BTM

Showing posts with label solok selatan. Show all posts
Showing posts with label solok selatan. Show all posts

Saturday, July 4, 2009

Gempa DiPadang


Gempa berkekuatan dahysat mengguncang wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis sore (02/07/2009), sekitar pukul 15.50 WIB. Warga kota berhamburan keluar rumah dan perkantoran.
Gempa Padang membuat warga berhamburan. Padahal kekuatan gempa hanya 5,4 SR, namun goncangannya terasa kencang.

Gempa kali ini memang agak berbeda meski hanya berkekuatan 5,4 SR. Namun getaran dirasakan hampir di seluruh daerah Sumbar.

Menurut Kepala Satkorlak Provinsi Sumbar Ade Edward, gempat berpusat di perairan laut depan Kecamatan Bungus Kota Padang, bagian Barat Daya Kota Padang dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa cukup kuat dirasakan oleh masyarakat terutama di Kota Padang yang mengakibatkan sebagian masyarakat berhamburan ke luar bangunan.

"Teman-teman yang lain sudah cemas karena guncangan, dan kami merasakan gempa cukup kuat, apalagi kami sedang berada di lantai dua," ujar salah seorang warga .

Friday, June 5, 2009

Keindahan Solok Selatan

Jalan ditengah Kebun Teh

Jalan Di tengan kebun teh


Kebun Teh dengan Background Gunung Kerinci
View Danau Kembar


Adu Nyali dengan Arung Jeram


salah satu Mesjid di Pinggir Jalan Padang Aro - Muara Labuh


Kebun Teh Sungai Lambai

Air Terjun Timbulun ( View Dari Jembatan Timbulun )

Sunday, May 31, 2009

Kerinci

Solok Selatan, (ANTARA) - Aktivitas letusan gunung Kerinci, Jambi, dalam satu minggu ini masih stabil dengan frekuensi 100 letusan per hari dan intensitas amplitude tremor 0,5-1,5 mm.

Koordinator Tim Tanggap Darurat dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Oni Kurnia Suganda, melalui telepon genggam kepada antara-sumbar.com, Selasa (26/5), mengatakan, dalam satu minggu ini aktivitas gunung Kerinci menurun dan masih dalam level waspada.

Beberapa kali masih ada letusan dengan amplitude tremor mencapai 40 mm. Oni mengungkapkan, dari rekaman seismograf tadi malam setidaknya ada 20 letusan dengan tremornya mencapai 40 mm.

"Sejauh ini aktivitas gunung Kerinci masih fluktuatif," katanya.

Mulai pukul 06.00 Wib tadi pagi, sebut Oni, terjadi letusan dengan bumbungan asap hitam setinggi 50-300 meter yang mengarah ke arah barat bagian gunung dengan amplitude tremor 1,5 mm. Letusan ini diperkirakan mengakibatkan hujan abu tipis dalam radius 8 Km.

"Hujan abu tebal hanya terjadi di bagian kawah karena tekanan letusan tidak terlalu kuat, antara lemah dan sedang," jelasnya.

Disinggung mengenai bola-bola api, Oni mengatakan, dalam satu minggu ini sudah tidak ada tapi suara dentuman sesekali masih terdengar pada malam hari.

Kemungkinan untuk meningkat ke level siaga, Oni mengatakan, sampai saat ini belum ada. Dari pengamatannya, kriteria peningkatan status dari waspada menjadi siaga seperti adanya letusan terus menerus yang barengi dengan bumbungan asap maksimal 600 meter dan guguran lava pijar belum terjadi pada gunung Kerinci.

"Untuk mengarah ke situ (siaga) kemungkinan ada, tapi sampai hari ini belum," katanya.

Meskipun aktivitas menurun, Oki meminta masyarakat sekitar gunung Kerinci terus waspada dan jangan melakukan pendakian mendekati kawah. Selain itu jangan terprovokasi dengan isu-isu yang meresahkan karena status gunung tertinggi di Sumatera ini masih waspada.

Saturday, May 30, 2009

Tidak Nyaman, Berarti Anda Sedang Tumbuh

Ada penelitian di sebuah falkutas: Ketika ada ulat yang menjadi kepompong, pada
waktu dia mulai keluar dari kepompongnya sebagai kupu-kupu, proses keluarnya
dipermudah. dibukain kepompongnya dan akibatnya apa yang terjadi? Kupu-kupu tadi jatuh dan dia mati, dan dia tidak bisa terbang.

Ternyata sudah didesign oleh alam semesta, pada waktu dia mau keluar dari kepompongnya, dia merasa tidak nyaman. Dia bersusah payah ketika dia begerak dan mendorong seperti ketidaknyamanan tadi, ternyata itu membuat aliran-aliran istilahnya zat-zat yang penting di dalam sayapnya sehingga sayap dari kupu-kupu tadi siap dan kuat untuk digerakkan sehingga kupu-kupunya bisa terbang. Dan ternyata kalau dipermudah hasilnya ternyata malah membuat kupu-kupu tadi mati.

Setiap penghancuran, itu adalah proses dari satu penciptaan. Ketidaknyamanan itu adalah awal dari kita tumbuh menjadi lebih baik. Ketika orang mau tumbuh, ototnya menjadi lebih besar, ketika dia latihan angkat Barbel dari 1 (satu) sampai 10 (sepuluh), itu sudah paling berat.

Dalam proses ini ototnya pada hitungan keberapa akan tumbuh? Bukan, bukan kesepuluh, tapi keduabelas, ketigabelas atau bahkan keenambelas baru dia tumbuh. Ketika ia keluar dari zona nyaman dan menuju kesebelas, duabelas dengan sekuat tenaga, yang terjadi adalah ototnya bertambah besar.

Nah ketika kita mengalami satu tantangan di dalam hidup ini selalu pegang prinsip ini: Ketika saya merasa tidak nyaman berarti saya akan lebih baik karena hal ini.

Benar, Tidak Nyaman Berarti Tumbuh !

Sumber : Tung Desem Waringin

Sunday, May 10, 2009

Rafflesia Arnoldi di Solok Selatan





Rafflesia arnoldii merupakan tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di Pulau Jawa tumbuh hanya satu jenis patma parasit, Rafflesia patma.

Bunga merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrasigma. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.
Inilah salah satu dari kekayaan nagari Solok Selatan

Thursday, May 7, 2009

Geografis Solok Selatan

Geografis

Kabupaten Solok Selatan merupakan salah satu daerah tingkat II di Sumatera Barat terletak pada 0’4” – 1’43” Lintang Selatan 101’01” – 101’30” Bujur Timur dengan luas wilayah 3.346,20 km, terletak di bagian Selatan Propinsi Sumatera Barat dengan batas-batas :

- Utara : Kabupaten Solok
- Selatan : Kabupaten Bungo & Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi
- Barat : Kabupaten Pesisir Selatan
- Timur : Kabupaten Dharmasraya

Secara administrasi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terdiri dari 7 (tujuh) wilayah Kecamatan dan 32 Nagari. Tujuh kecamatan adalah :
  1. Kecamatan Sangir Batang Hari
  2. Kecamatan Sangir Jujuan
  3. Kecamatan Sangir
  4. Kecamatan Sungai Pagu
  5. Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh
  6. Kecamatan Sangir Balai Janggo
  7. Kecamatan Pauh Duo

Topografi

Kabupaten Solok Selatan berada pada jajaran pengunungan Bukit Barisan yang termasuk daerah patahan semangka. Wilayahnya sangat bervariasi antara daratan dan perbukitan dengan ketinggian dari permukaan laut berkisar 500 – 1.700 m dengan puncak tertinggi berada di Gunung Kerinci yaitu 3.800 m.

Kabupaten Solok Selatan merupakan kawasan banyak sungai dan merupakan hulu sungai dari anak sungai Batang Hari, seluruhnya mengalir kearah Timur, Kabupaten Solok Selatan juga termasuk kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Hari.

Di Kabupaten Solok Selatan terdapat 71 buah sungai pada umumnya berarus deras, sehingga tidak dapat dijadikan sebagai sarana transportasi. Sungai Batang Hari di Nagari Lubuk Ulang Aling dijadikan sebagai sarana transportasi karena memang tidak ada akses jalan darat menuju nagari ini.

Pada umumnya Kabupaten Solok Selatan beriklim tropis antara 20’C hingga 33’C dengan curah hujan 1.600 – 4.000 mm/tahun. Pemanfaatan lahan Kabupaten Solok Selatan saat ini adalah 5.20% lahan sawah dan 94.8 lahan bukan sawah. Lahan yang sudah dimanfaatkan untuk budidaya pertanian, dan perkebunan mencapai 36,49%. Kabupaten Solok Selatan beriklim tropis basah. Pada umumnya musim penghujan berlangsung pada bulan Januari s/d Mei, September s/d Desember musim kemarau, pada bulan Juni s/d Agustus curah hujan cukup tinggi dengan suhu udara 26’C – 31’C, rata-rata 29’C dengan angin bararah dari Barat Daya – Tenggara.